Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, pandangan Ibu Mega ini tidak untuk kita salah pahami, tapi untuk kita bahas dan didiskusikan sebagai tokoh bangsa, mantan presiden sebagai tokoh nasional.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan laporan pidato dugaan penodaan agama yang dilayangkan LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sebaiknya dihentikan.

Menurut Fahri Hamzah, penghentian laporan ini bertujuan untuk menghentikan upaya saling lapor antara kedua belah pihak. Lain itu, dirinya juga menilai pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sebaiknya tidak dijadikan sebagai polemik.

“Saya mengusulkan saling melapor ini dihentikan. Pandangan Ibu Mega ini tidak untuk kita salah pahami, tapi untuk kita bahas dan didiskusikan sebagai tokoh bangsa, mantan presiden sebagai tokoh nasional,” kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 24 Januari 2017.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Fahri Hamzah, usul agar kader PDI Perjuangan turun tangan mensosialisasikan pidato yang disampaikan Megawati Soekarnoputri saat HUT ke-44 PDI Perjuangan 10 Januari lalu, tidak menimbulkan salah tafsir dari berbagai pihak.

“Saya juga menyarankan dan mengusulkan agar tim daripada Ibu Mega, PDI Perjuangan terjun untuk membahas pikiran-pikiran Ibu Mega supaya menjadi dialektika kita,” tegas Fahri Hamzah.

Selain itu, Fahri Hamzah juga meminta Polri untuk mengevaluasi secara menyeluruh terkait proses penegakan hukum. Melihat kasus ini, menurutnya diduga ada kesalahpahaman yang dilakukan pelapor dalam memahami konteks pidato tersebut.

Karena menurutnya, Polri perlu mencermati setiap laporan yang masuk, agar tidak terjadi salah tangkap. “Polri ini yang juga harus introspeksi juga. Jangan semua orang saling lapor begini kemudian ujungnya ada yang dipidana ada yang tidak,” kata Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah juga mencontohkan kasus penyebaran isu lambang palu arit dalam uang yang diterbitkan Bank Indonesia. Kasus yang menjerat Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, dirinya menilai dapat diselesaikan secara mediasi.

“Ya kan sederhana, ajak Rizieq Shihab panggil BI tolong jelasin ini. Kan nanti dijelaskan “Bib selesai ya enggak ada kesengajaan’. Nanti mungkin BI bisa minta maaf karena ada tulisan di situ selesai gitu,” jelas Fahri Hamzah.

Lain itu, juga menurut Fahri Hamzah, disayangkan kasus tersebut malah berbuntut panjang lantaran tidak diselesaikan secara kekeluargaan dan menimbulkan upaya saling lapor.

Sementara, Fahri Hamzah menegaskan, dikhawatirkan, persoalan ini akan membawa dampak ketakutan seseorang untuk mengkritik kebijakan pemerintah lantaran takut dilaporkan pihak tertentu.

Sebelumnya, pelapor Megawati Soekarnoputri sendiri adalah Baharuzaman (51). Dirinya melaporkan Megawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penodaan agama, Senin 23 Januari 2017. Lain itu, dirinya juga menuduh Megawati Soekarnoputri melanggar Pasal 156 huruf a dan atau Pasal 156 KUHP soal penodaan agama.

Laporan itu diterima dan ditandangani oleh staf Siaga Bareskrim Polri Komisaris Usman dan diberikan nomor TBL/46/I/2017/Bareskrim.

Sementara, saat melaporkan Megawati Soekarnoputri ke Bareskrim, Baharuzaman (51) mencantumkan pekerjannya sebagai Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama. Sebelumnya diketahui, Baharuzaman (51) pernah menjabat sebagai Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Utara.

loading...