Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, penambahan dua saksi ahli itu untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah ada.

BANDUNG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat masih melengkapi sejumlah bukti dan keterangan saksi kasus dugaan pelecehan Pancasila dengan terlapor Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Lain itu, rencananya penyidik akan memanggil dua saksi ahli tambahan untuk membuat terang kasus ini.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, dalam dua atau tiga hari, dua saksi ahli tambahan akan kami hadirkan lagi. Selain itu, penambahan dua saksi ahli itu untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah ada.

“Terlebih memperkuat keterangan dari tiga saksi di lokasi kegiatan ceramah yang sudah diperiksa hari ini,” kata Kombes Yusri Yunus di Mapolda Jabar, di Bandung, Selasa 24 Januari 2017.

Lebih lanjut, Kombes Pol Yusri Yunus, menegaskan, dari beberapa dokumen dan bukti yang didapati memang ada beberapa lagi yang perlu dilengkapi.

Sementara, Polda Jawa Barat belum menetapkan status baru untuk Rizieq Shihab meski telah melakukan gelar perkara yang kedua kalinya pada Senin 23 Januari 2017. Karena, penyidik masih membutuhkan keterangan dari sejumlah saksi untuk menguatkan bukti yang ada berupa rekaman video.

Sedangkan diketahui, kasus ini merupakan laporan Ketua Partai Nasional (PNI) Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan melanggar Pasal 154 KUHP tentang penistaan lambang negara dan Pasal 320 tentang pencemaran nama baik Sukarno.

Diketahui, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyebut Sukmawati Soekarnoputri gagal paham soal isi ceramahnya. Karena, menurutnya ceramah tersebut merupakan bagian dari sosialisasi tesisnya yang berjudul ‘Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia’. Tesis tersebut mendapatkan predikat cum laude di University of Malaya, Malaysia.

“Sukmawati gagal paham soal ceramah saya. Ceramah saya diedit dan dipotong dan dilaporkan Sukmawati dengan penistaan Pancasila, ini nggak betul. Sama saja melakukan kriminalisasi tesis ilmiah,” kata Rizieq Shihab saat istirahat pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kamis 12 Januari 2017 lalu.

SUMBERdetik.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR