JAKARTA, harianpijar.com – Sidang ke 7 kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, sepi massa pendemo. Namun, walaupun jumlah pendemo tidak begitu masif, polisi tidak mengendurkan pengamanan.

Lain itu, massa yang pro dan kontra terdakwa tetap dipisahkan. Massa pro di sisi kanan gerbang selatan kantor Kementerian Pertanian, Jakarta dengan seragam kotak-kotak. Sedangkan massa yang kontra di bagian kiri dengan pakaian putih-putih.

Selanjutnya, terdengar massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meneriakan yel-yelnya “Bebas… bebas… bebaskan Ahok… bebaskan Ahok sekarang juga,” teriak massa pendukung Ahok, di gerbang selatan, Selasa 24 Januari 2017.

Sedangkan massa yang kontra, juga berorasi dengan mengatakan “Kami menuntut si penista agama dipenjara segera,” ujar massa kontra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bersarkan prakiraan, jarak kedua kubu demonstran sekitar 500 meter. Mereka dibatasi kawat berduri dan empat mobil antihuru hara, juga pagar betis polisi.

Sementara, massa pro Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih banyak mengisi aksi dengan menari dan bernyanyi. Sedangkan massa yang kontra mengisi aksi dengan orasi.

Hari ini sidang ketujuh kasus dugaan penistaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hakim memeriksa lima saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU), diantaranya, Muhammad Asroi Syahputera, Ibnu Baskoro, Iman Sudirman, Lurah Pulau Panggang Yuli Hardi, dan Nurcholis Majid, petugas Humas Pemprov DKI.

Diketahui, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa menodai agama sebab karena mengutip Surat Al Maidah saat pidato di Pulau Pramuka, Kepualauan Seribu, 27 September. Lain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok melanggar Pasal 156 (a) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

loading...