Anggota Komite II DPD RI asal Bengkulu Riri Damayanti, dirinya akan minta kepada pemerintah daerah dan pusat, agar dapat memperhatikan.

BENGKULU, harianpijar.com – Anggota Komite II DPD RI asal Bengkulu Riri Damayanti, melakukan kunjungan ke 2 desa penghasil kopi terbesar di Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Propinsi Bengkulu. Lain itu, dalam kunjungannya, dirinya menemukan satu desa yang masih terisolir.

Menurut Riri Damayanti, mengatakan, kedua desa tersebut yakni Desa Langgar Jaya dan Desa Damar Kencana. Menurutnya, akses satu-satunya menuju Desa Langgar Jaya dan desa lainnya, yaitu Desa Damar Kencana terisolir, akibat fasilitas sarana infrastruktur jalannya.

Lebih lanjut, Riri Damayanti juga menegaskan, terkait hal tersebut dirinya akan minta kepada pemerintah daerah dan pusat, agar dapat memperhatikan.

Selanjutnya, Riri Damayanti juga mengaku, menyoal permasalahan atas kedua desa tersebut, dirinya menyerap aspirasi warga masyarakat didua desa tersebut.

“Mereka mengeluhkan, jika musim hujan tiba, jangankan dengan kendaraan bermotor bahkan dengan berjalan kaki pun warga sekitar kesulitan untuk bisa keluar dari desa mereka,” kata Riri Damayanti, kepada wartawan seusai kunjungannya, Minggu 22 Januari 2017 di Bengkulu.

Sementara, dengan temuannya, dirinya menilai secara keseluruhan kondisi tersebut telah merugikan masyarakat dua desa setempat. Selain itu, kondisi itu bisa menghambat kemajuan masyarakat, mulai dari bidang sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan akan tertinggal dibanding desa lainnya.

Lain itu, Riri Damayanti juga mengatakan, karena sarana infrastruktur jalan penunjang transportasi yang menjadi akses utama rusak berat., pihaknya minta kepada pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten agar memprioritaskan perbaikan ataupun pembangunan jalan tersebut.

“Kita harus keroyokan bersama-sama memperbaiki sarana dasar daerah. Pemerintah pusat akan kita dorong guna ikut terlibat aktif agar pembangunan yang merata diseluruh pelosok daerah tidak hanya berhenti sebatas wacana belaka,” kata Riri Damayanti.

Sebelumnya, Kepala Desa Langgar Jaya, Salim menjelaskan, di desa yang dipimpinnya terdapat 257 Kepala Keluarga (KK) dengan total jumlah penduduknya 887 jiwa, meminta baik Gubernur maupun Bupati Kepahiang bisa turun langsung melihat desa dan kehidupan warganya.

Sedangkan, juga menurut Salim, selain jalan, sarana fasilitas penunjang pendidikan di daerah kami juga masih sangat minim. Anak-anak kami terpaksa harus menempuh jalan sepanjang tiga kilometer ke Desa Damar Kencana agar bisa sekolah dan itupun meleweati hutan-hutan.

Untuk itu, dirinya berharap, pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan jalan yang jadi akses kami sehari-hari. Jika jalannya sudah bagus, minimal kami bisa mengantar anak sekolah dengan motor ke Desa Damar Kencana.

Selain itu, warga kami di desa Langgar Jaya ini juga belum menikmati aliran listrik. Akibat akses transportasi jalan yang tidak lancar, harga-harga melonjak, seperti harga semen bisa jadi naik tiga kali lipat dibanding harga normal. “Harapan kami agar desa ini diperhatikan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tandas salim.

loading...