Kepala Lembaga Pemasyarakatam Kelas I Batu Pulau Nusakambangan, Abdul Aris, dua narapidana yang kabur (melarikan diri) telah tertangkap semua.

CILACAP, harianpijar.com – Satu dari dua narapidana (Napi-red) kasus narkotika yang melarikan diri, dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Pulau Nusakambangan, Abdul Aris, mengatakan, narapidana (Napi-red) yang bernama “M Husein (43) merupakan mantan anggota GAM. Lain itu, kami berupaya maksimal agar M Husein (43) dan Syarjani Abdullah (40) dapat segera ditangkap kembali.

Lebih lanjut, Abdul Haris menjelaskan, pihak lapas bersama Polres Cilacap, Kodim 0703/Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Kopassus, dan masyarakat sekitar terus mencari dua narapidana (Napi-red) yang melarikan diri sejak Sabtu 21 Januari 2017 siang.

Lain itu, dirinya menduga dua narapidana (Napi-red) tersebut masih berada di Pulau Nusakambangan, belum menyeberang ke daratan Cilacap. “Mereka baru sekitar satu bulan menghuni Lapas Batu setelah dipindahkan dari Lapas Cirebon sehingga belum menguasai medan,” kata Abdul Haris saat dihubungi, dari Cilacap, Minggu 22 Januari 2017siang.

Sementara, Abdul Aris juga mengatakan, pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah telah datang ke Lapas Batu. “Pejabat dari Kantor Wilayah Kemenkumham telah datang, meninjau lapangan, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap petugas-petugas jaga,” kata Abdul Haris.

Selain itu, dirinya juga memastikan, tidak ada petugas jaga yang terlibat dalam kasus pelarian dua narapidana itu. Hal tersebut terjadi karena adanya keterbatasan jumlah pegawai di Lapas Batu.

“Yang dijaga ada 15 titik, sedangkan jumlah petugas jaga cuma enam orang. Mereka berjaga di Blok A, B, C, dan D, ada dua sayap, ada berapa orang, belum pos atasnya ada empat,” tegas Abdul Haris.

Lain itu, menurutnya, di Lapas Batu juga terdapat blok baru yang ukurannya sangat besar sedangkan jumlah napi saat ini sebanyak 360 orang.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Yudho Hermanto mengatakan pihaknya telah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi. Termasuk, meneliti rekaman kamera pengintai.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak lapas untuk mengetahui kronologi kejadian termasuk yang bersangkutan terakhir dibesuk oleh siapa,” katanya AKBP Yudho Hermanto kepada wartawan, di perairan sekitar Pulau Nusakambangan.

Sedangkan, dirinya juga menegaskan, Polres juga telah memperketat sejumlah pintu masuk dan keluar Pulau Nusakambangan.

loading...