Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, menurut pengakuannya, pemikiran untuk mencoret bendera Indonesia merupakan ide nya sendiri.

JAKARTA, harianpijar.com – Setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis 19 Januari 2017, Nurul Fahmi, tersangka yang membawa bendera Merah Putih yang dibubuhi tulisan Arab, menjelaskan motifnya kepada polisi.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Nurul Fahmi terinsipirasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Lain itu, dirinya mencontoh zaman dulu kayak TKR. “Barisan Keamanan Rakyat zaman dulu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Minggu 22 Januari 2017.

Lain itu, juga menurut Nurul Fahmi, dirinya tak dipaksa atau diperintah. Menurut Kombes Pol Argo Yuwono, pemikiran untuk mencoret bendera Indonesia merupakan ide Nurul Fahmi sendiri.

“Simpatisan Front Pembela Islam (FPI) itu lalu memutuskan untuk ikut aksi di depan Mabes Polri dan mengibarkan bendera hasil ” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara, penanggung jawab aksi telah diperiksa atau belum, dirinya belum mengetahui. “Ada tujuh orang (yang diperiksa). Saya nggak hafal. Saksi yang melihat,” tandas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sebelumnya diketahui dalam rekaman video yang muncul di medial sosial, seorang pengunjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) di sekitaran Mabes Polri Senin (16/1/2017), kedapatan membawa bendera Merah Putih yang dibubuhi tulisan Arab dan gambar pedang seperti bendera Arab Saudi.

Polisi langsung menelusuri identitas pembawa bendera tersebut. Setelah melalui penyelidikan polisi menangkap Nurul Fahmi di kawasan Pasar Minggu, Kamis malam.

Sementara, warga Klender, Jakarta Timur itu terancam dipenjara lima tahun sesuai dengan Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara.

loading...