Kepala BNNP Bengkulu Kombes Pol. Benni Setiawan, kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti baru.

BENGKULU, harianpijar.com – Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Bengkulu, menyatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus keterlibatan penemuan Narkotika jenis ekstasi dan sabu, di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan (BS) Dirwan Mahmud, saat dilakukan penggeledahan 10 Mei 2016 lalu, dengan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti baru.

Menurut Kepala BNNP Bengkulu Kombes Pol. Benni Setiawan mengatakan, walaupun pihaknya telah menetapkap 4 orang tersangka. Namun, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mencari bukti-bukti baru, dalam kasus tersebut.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti baru,” kata Kombes Pol. Benni Setiawan, di Bengkulu, Sabtu 21 Januari 2017.

Lebih lanjut, Kombes Pol Benni Setiawan, menegaskan, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta baru guna untuk lebih menguatkan lagi keterangan dari 4 tersangka, yang saat ini sudah diamankan.

Lain itu, juga menurut Kombes Pol Benni Setiawan, salah satu tersangka bernama Reskan Effendi yang merupakan mantan Bupati Bengkulu Selatan dan satu tersangka lagi mantan PNS BNNP sendiri. Namun, menurutnya tidak menutup kemunglkinan pihaknya akan segera menangkap calon tersangka baru.

“Kita dalam mengungkap perkara ini harus bisa lebih professional lagi dan sampai tuntas,” tegas Kombes Pol Benni Setiawan.

Sementara, menurut Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, dirinya menyambut baik langkah yang dilakukan BNNP Bengkulu, untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas.

Lain itu, diakui Dirwan Majmud, pihaknya juga telah mengirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri-Mendagri dan Kemenkumham, untuk dapat memantau perkembangan kasus ini.

“Saya mensuport penuh pekerjaan pihak BNNP Bengkulu, yang diyakini-nya pasti bisa mengungkapkan aktor dibalik kasus penjebakan terhadap dirinya,” kata Dirwan Mahmud.

Sebelumnya, Kepala BNNP Bengkulu, Kombes Pol Benni Setiawan, setelah menjalani pemeriksaan intensif pada Kamis 19 Januari 2017, yang bersangkutan (Reskan Effendi-red) mengakui keterlibatan nya karena diduga sakit hati lantaran kalah dalam Pilkada di Bengkulu Selatan.

Lebih lanjut, menurutnya, hal ini terungkap saat dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap inisial DA, AW, DN yang sudah lebih duhulu ditangkap serta menyandang status tersangka.

loading...