Calon wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief, dirinya bersama Rano Karno akan membuat badan pengelola yang otonom untuk penataan ulang kawasan wisata itu.

JAKARTA, harianpijar.com – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten Rano Karno-Embay Mulya Syarief, memberikan perhatian khusus dalam penanganan objek wisata religius Banten Lama, yang dikenal sebagai peninggalan masa kesultanan.

Selanjutnya, pengelolaan oleh pemerintah kota terhadap reruntuhan bekas masa kerajaan ini meskipun setiap tahun diberi puluhan miliar, namun permasalahan yang ada tidak kunjung juga usai.

Menurut calon wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief, mengatakan, diirinya pernah bertanya dan sekaligus memberikan masukan kepada Rano Karno yang saat itu masih menjabat gubernur definitif, ada sekitar Rp 30 miliar diberikan kepada Kota Serang untuk menata ulang kawasan Banten Lama, tetapi sampai sekarang tidak pernah selesai.

Lebih lanjut, juga menururut Embay Mulya Syarief, dalam program penataan Banten Lama ini nantinya, jika menang dalam Pilkada, dirinya bersama Rano Karno akan membuat badan pengelola yang otonom untuk penataan ulang kawasan itu.

Lain itu, Embay Mulya Syarief, berbagai pemangku kepentingan termasuk keluarga keturunan kesultanan akan bergabung untuk penataan ulang.

“Pertama akan dibuat badan pengelola atau badan otorita yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Embay Mulya Syarief kepada wartawan seusai ziarah di makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Jumat 20 Januari 2017 kemarin.

Sementara, juga menurut Embay Mylya Syarief, pengelolan objek wisata Banten lama ini nantinya akan mencontoh objek wisata Borobudur di Jawa Tengah. Menurutnya, di sekitar reruntuhan bangunan tidak ada penghuni yang bertempat tinggal di sana.

Karena menurutnya, reruntuhan seperti bekas Istana Surosowan akan dibiarkan sebagai situs arkeologi dan sejarah. Sehingga yang berkunjung ke lokasi tersebut merasa seperti berkunjung kembali ke abad 16.

Selanjutnya, warga keturunan resmi sultan Banten akan berada di istana bekas kesultanan bersama pengurusnya. “Situs dibiarkan tetap sebagai ruins (reruntuhan) karena situs arkeologi dan sejarah. Orang yang datang ke Banten lama benar-benar masuk ke kota abad 16,” jelas Embay Mulya Syarief.

Tetapi. menurutnya masih ada masalah yang perlu diselesaikan yakni penduduk yang menempati daerah bekas kesultanan. Untuk masalah ini, Embay Mulya Syarief, mengatakam, pemerintah akan menyiapkan regulasi dan anggaran.

Sedangkan, relokasi akan dibicarakan dengan penduduk setempat sesuai dengan permintaan mereka. Ini dilakukan tanpa ada paksaan. Menurutnya, yang terpenting, penghasilan warga yang pindah tidak terpotong dan terganggu saat dilakukan relokasi ke salah satu tempat.

“Nanti ada main gate, (masuk) hanya satu kali bayar, sudah tidak ada apa-apa lagi. Kompensasinya adalah keamanan, kenyamanan, keteduhan, kesejukan, kebersihan,” tandas calon wakil gubernur Banten itu.

SUMBERdetik.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR