Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, kita tidak mau ikut urusan itu dan jangan konflik di level nasional ditarik-tarik ke sini.

BANDUNG, harianpijar.com – Puluhan organisasi kemasyarakatan pemuda dan kelompok mahasiswa memilih tidak memihak dalam konflik yang berlangsung antara kubu GMBI dan FPI.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, mengatakan, Kita tidak mau ikut urusan itu. Kita hanya mau Jawa Barat kondusif dan jangan konflik di level nasional ditarik-tarik ke sini.

Lebih lanjut, Iu Rusliana juga menegaskan, ada sekitar 35 ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa berkumpul sepekan ini merumuskan deklarasi yang diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Bandung.

Menurutnya, deklarasi itu ditandatangani 78 orang yang mewakili puluhan ormas kepemudaan dan mahasiswa, di antaranya PW Pemuda Muhamadiyah, Pemuda Pancasila, KNPI, Kami, serta ICMI.

Lain itu, Iu Rusliana, menjelaskan, deklarasi yang digagas kelompoknya itu muncul dari kekhawatiran perseteruan ormas kubu GMBI dan FPI yang bisa memicu konflik horizontal, yang ekskalasinya bisa meluas.

“Kita melihat ini ada potensi konflik horiszntal, yang memungkinkan ekskalasinya meluas, membesar. Kami ingin potensi ini segera diminimalkan bersama ormas, OKP, dan LSM,” kata Iu Rusliana di Bandung, Jumat, 20 Januari 2017.

Selain itu, Iu Rusliana mengatakan, salah satu isi dari lima butir deklarasi kelompoknya, menyoroti konflik GMBI dan FPI yang ditengarai sebagai mainan politik nasional.

“Kami meminta agar elite politik tidak menarik-narik konflik ke sini. Kami menengarai ini mainan politik nasional, cuma ditarik ke Jawa Barat,” kata Iu Rusliana.

Selanjutnya, juga menurut Iu Rusliana, substansi lainnya meminta agar elite pemerintah di Jawa Barat, yaitu Gubernur, Kapolda, Pangdam III/Siliwangi, serta Ketua DPRD Jawa Barat, tidak memihak salah satu kubu. Bahkan, jangan sampai terkesan memihak salah satu kelompok kan tidak elok.

Karena itu, kelompoknya juga meminta agar gubernur segera mengumpulkan semua ormas, LSM, dan OKP untuk meredam situasi, jangan sampai memicu potensi-potensi konflik. Lain itu, kelompoknya juga meminta semua pihak agar sama-sama menahan diri.

“Kami meminta semua ormas, OKP, menahan diri, tidak memprovokasi dan tidak terprovokasi,” jelas Rusliana.

Diketahui, perwakilan itu menyerahkan deklarasi tersebut kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate. Namun sebelumnya, Gubernur Jawa Barat bersama Kapolda dan Pangdam III/Siliwangi menerima perwakilan ormas yang mendesak pembubaran organisasi Front Pembela Islam (FPI)

SUMBERTempo.co
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR