kepala-kantor-imigrasi-klas-1-bengkulu-rafli
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kelas I, Bengkulu, Rafli, pihaknya saat ini gencar melakukan razia terhadap warga negara asing di Bengkulu yang tidak memiliki izin.

BENGKULU, harianpijar.com – Empat warga negara China yang bekerja dipertambangan, ditangkap pihak Imigrasi Kelas I Bengkulu. Pasalnya, keempat orang warga negara China itu tidak memiliki dokumen resmi.

Lain itu, keempat warga negara China itu, diantaranya Lien Youle dan Weng Renhua ditangkap karena tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan/paspor melanggar pasal 71 huruf b UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Sementara, dua orang lainnya yakni Zheng Guoqiang memiliki paspor nomor E39416740
dan kitas nomor 2C21JD2598 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan IMTA, Zheng tidak menunjuk wilayah kerja di Kabupaten Bengkulu Utara, sehingga Zheng melanggar Pasal 71 huruf a UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Sedangkan, Lin Weibin memiliki paspor paspor nomor E62617301 menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) namun disalahgunakan untuk bekerja. Lin diduga melanggar pasal 122 huruf a UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Saat dilakukan penangkapan, keempat warga negara China ini sadang berada di barak pekerja di area perusahaan tambang PT Mingan Mining di Desa Pondok Bakil, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Pr Provinsi Bengkulu. Kempat WNA asal China itu diduga melanggar administrasi keimigrasian.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kelas I, Bengkulu, Rafli, mengungkapkan, pihaknya saat ini gencar melakukan razia terhadap warga negara asing di Bengkulu yang tidak memiliki izin.

“Tempat yang menjadi target yakni hotel, perusahaan pertambangan, dan lainnya,” kata Rafli di Aula Sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Jumat 20 Januari 2017.

Sementara, Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengapresiasi kinerja Imigrasi, menurutnya, tenaga kerja asing illegal mengganggu suplay tenaga kerja lokal dan dapat mengancam kedaulatan NKRI.

Lain itu, dirinya juga mengharapkan, perusahaan asing yang ingin membawa tenaga kerja asing diwajibkan memiliki kehalian dan mampu berbahasa Indonesia. “Kami ingin melindungi tenaga kerja lokal, bukan anti investasi, secara regulasi Bengkulu terbuka dengan investasi asing asal mengikuti regulasi yang berlaku,” kata Wakil Gubernur Bengkulu itu.

loading...