rizieq-shihab-fpi
Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab, yang jelas ini bentuk perjuangan saya, karena komunis tidak boleh bangkit di Indonesia dengan alasan apapun atribut PKI tidak boleh ada di uang kertas RI.

JAKARTA, harianpijar.com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyatakan siap memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait laporan atas pernyataannya soal uang baru berlogo palu-arit. Lain itu, Rizieq Shihab diagenda diperiksa hari Senin 23 Januari 2017 pekan depan.

Menurut Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab, mengatakan, sudah ada pemanggilan soal itu. “Kita lihat nanti saja, yang jelas ini bentuk perjuangan saya, karena komunis tidak boleh bangkit di Indonesia dengan alasan apapun atribut PKI tidak boleh ada di uang kertas RI,” kata Rizieq Shihab kepada wartawan di Gedung Joang 45, Jakarta, Jumat 20 Januari 2017.

Lebih lanjut, Rizieq Shihab menegaskan, Indonesia merupakan negara beragama bukan negara komunis. Karena itu segela bentuk perwujudan PKI sebagai komunis tidak diperbolehkan lagi di Indonesia.

“Indonesia negara beragama bukan negara komunis. Jadi sekali lagi saya katakan, Indonesia bukan negara komunis sesuai Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dan Pasal 107 KUHP atribut serta logo PKI dalam segala perwujudannya tidak diperkenankan di Republik Indonesia,” tegas pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Selain itu, kasus yang dilaporkan oleh Solidaritas Merah Putih (Solmet) ini sudah ditingkatkan menjadi proses penyidikan. Saat ini, Polisi telah memeriksa saksi-saksi serta ahli terkait kasus salah satunya direktur di Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Decymus, pada Selasa 17 Januari 2017 baru lalu.

Sedangkan, pada penyelidikan pelaporan terhadap Rizieq Shihab ini, tim Polda Metro Jaya sudah meminta keterangan kepada sejumlah saksi, termasuk ahli dari Bank Indonesia juga dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus.

Sementara, Deputi Direktur Komunikasi BI Andi Wiana, mengatakan logo hologram BI pada mata uang baru bukan bergambar palu-arit. Tampilan hologram tersebut merupakan satu unsur pengaman dalam mata uang rupiah agar tidak mudah dipalsukan.

“Justru itu kita jelaskan bahwa hal itu tidak benar (berlogo palu-arit). Bahwa itu adalah salah satu unsur pengaman yang kita tanamkan memang di dalam uang itu,” tandas Andi Wiana, pada Selasa 17 Januari 2017.

loading...