hendry-yosodiningrat
Hennry Yosodiningrat, inti dari surat yang disampaikan ke Kapolda itu adalah meminta perhatian dari institusi Polri agar tidak ragu-ragu untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap saudara Rizieq Shihab.

JAKARTA, harianpijar.com – Hennry Yosodiningrat anggota Komisi II DPR RI, mendatangi Polda Metro Jaya. Lain itu, dalam kedatangannya Henry Yosodiningrat meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohamad Iriawan untuk menangkap dan memenjarakan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Saat mendatangi Polda Metro Jaya, Hennry Yosodiningrat ditemui Kabid Humas Polda Mtero Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Tetapi, sebelum mendatangi Polda Metro Jaya, Henry Yosodiningrat terlebih dahulu mendatangi Mabes Polri.

Menurut Hennry Yosodiningrat, inti dari surat yang disampaikan ke Kapolda itu adalah saya meminta perhatian dari institusi Polri agar tidak ragu-ragu untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap saudara Rizieq Shihab.

Lebih lanjut, Henry Yosodiningrat mengatakan, kedatangannya ke Polda Metro Jaya dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI dan tidak mewakili partai maupun fraksinya. Karena, sebagai anggota DPR, dirinya merasa berkewajiban menjalankan hak konstitusinya.

“Yakni mengutamakan mengedepankan kepentingan masyarakat untuk keutuhan NKRI, kemudian menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat, itu salah satu kewajiban konstitusi,” kata Henry Yosodiningrat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 20 Januari 2017.

Lain itu, juga menurut Hennry Yosodiningrat, sebagai wakil rakyat, dirinya meminta polisi untuk segera menindak tegas Rizieq Shihab. Menurutnya, Rizieq Shihab sudah banyak dilaporkan oleh berbagai kelompok masyarakat maupun peserorangan.

“Yang pada pokoknya, diduga telah melakukan berbagai kejahatan,” tegas Henry Yosodiningrat.

Sementara, Henry Yosodiningrat, menjelaskan, setelah dilaporkan oleh berbagai pihak, Rizieq Shihab justru cenderung mengulangi perbuatannya. “Kemudian perbuatan yang disangkakan ini setelah saya teliti, diancam dengan pidana lima tahun bahkan lebih dan terjadi pengukangan terhadap perbuatan,” jelasnya.

Bahkan, Rizieq Shihab juga dinilai memprovokasi dan menebar kebencian, sehingga mengakibatkan berbagai keluhan dari berbagai masyarakat dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sedangkan, ucapan Rizieq Shihab, dinilai baik di berbagai kesempatan juga menimbulkan perpecahan kerukunan antarumat beragama. “Sehingga mengancam persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernergara, yang akibatnya bisa menimbulkan runtuhnya NKRI,” kata Hennry Yosodiningrat.

Sementara, Hennry Yosodiningrat juga menilai, polisi sudah memiliki bukti yang cukup untuk mentersangkakan Rizieq Shihab dalam kasus-kasus yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut. Dirinya khawatir, apabila tidak segera ditangkap, Rizieq Shihab akan terus mengulangi perbuatannya.

“Sedangkan mengulang-ulangi perbuatannya itu dapat berpotensi semakin menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu saya minta perhatian institusi Polri untuk tidak ragu-ragu, demi NKRI, demi pancasila,” tegasnya.

Lain itu, Henry Yosodiningrat juga mengaku tidak takut dengan tekanan yang akan ditujukan kepadanya terkait statementnnya ini.

“Selanjutnya saya tahu bahwa–sebagaimana kita ketahui salah satu kepandaian saudara Rizieq Shihab itu mengkafirkan orang, mem-PKI-kan orang– mungkinsaya akan dikatakan kafir setelah ini, akibat dari yang saya lakukan hari ini. Silakan saya dikafirkan, Allah SWT yang tahu keislaman saya. Yang kedua, mungkin saya akan dikatakan PKI, silakan saja,” tegas Hennry.

Selanjutnya, menurut Hennry Yosodiningrat, dirinya dilahirkan ibunya yang merupakan pejuang veteran. Ayahnya juga pejuang dan seorang tentara rakyat. “Berarti saya bukan PKI. Untuk lebih jelasnya kalau mau tahu asal-usul saya silakan cari di Lampung, saya orang Lampung,” tandas Hendry Yosodiningrat.

Sementara, baik Rizieq Shihab maupun Front Pembela Islam (FPI) belum berkomentar mengenai pernyataan Henry Yosodiningrat ini.

loading...