Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, pengunjung hanya pelajar dan mahasiswa, sedangkan masyarakat umum belum ada.

BENGKULU, harianpijar.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Bengkulu, mulai tahun ini, selain akan mempersiapkan infrastruktur yang berkaitan dengan Informasi Teknologi (IT), juga akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan meningkatkan minat baca masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk datang ke Perpustakaan Daerah.

Karena itu, untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan di Perpustakaan dan Kearispan Bengkulu ini, harus dibenahi.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, selama ini datang ke Perpustakaan dan Kearsipan ini hanya membaca buku saja. Namun, kedepan bukan saja membaca tetapi melihat dan mendengarkan informasi penting yang bersifat digital library.

Lain itu, juga menurut Atisar Sulaiman, tahun ini pihaknya merencanakan perluasan ruangan baca. Karena itu, pembenahan yang dilakukan pihaknya berkaitan untuk menjadi Perpustakaan Seru atau Perpusru, bekerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah dan swasta.

Sementara, Atisar Sulaiman mengaku, pada tahun ini pihaknya juga berencana membuat ruang baca khusus untuk Disabilitas, yang selama ini belum ada di Perspustakaan Daerah Bengkulu.

“Kita sudah merancang untuk menyediakan ruang khusus untuk Disabilitas. Diharapakan pembaca disabilitas yang tidak pernah datang ke Perpustakaan, setelah adanya ruang khusus lengkap dengan bacaannya akan datang ke Perpustakaan Daerah ini,” kata Atisar Sulaiman, saat dikonfirmasi di Bengkulu, Kamis, 19 Januari 2017.

Selanjutnya, Atisar Sulaiman juga menjelaskan, pihaknya juga perlu belajar ke daerah lain dalam upaya pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan daerah. Hal ini, akan dilakukan setelah pihaknya menyiapkan peralatan pendukung, juga harus didukung dengan SDM yang handal dalam bidangnya.

Sedangkan, jika dilihat dari minat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Daerah Bengkulu tercatat setiap harinya cukup tinggi yakni, sekitar 200 orang. Menurutnya, dengan tingkat kunjungan tersebut, pastinya harus diupayakan lebih banyaknya lagi.

“Rata-rata pengunjung tersebut pelajar dan mahasiswa, sedangkan masyarakat umum belum ada,” jelas Atisar Sulaiman.

Hal ini, menurut Atisar Sulaiman, penyebabnya selama ini karena keberadaan Perpustakaan belum menyiapkan kebutuhan yang diinginkan masyarakat. Untuk itu, pihaknya secara bertahap, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat mulai dilengkapi. “Sehingga keberadaan Perpustakaan ini, selain menjadi tempat membaca bagi pelajar dan mahasiswa, juga masyarakat umum,” tandas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Bengkulu itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR