Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Propinsi Bengkulu Zahdi Taher, pengembalian dan penambahan kuota haji tahun ini, berdampak pada daftar tunggu calon jemaah haji (CJH).

BENGKULU, harianpijar.com – Terkait dikembalikannya kuota dan penambahan sebanyak 10 ribu Calon Jemaah Haji (CJH) Indonesia oleh Pemerintahan Arab Saudi mulai tahun 2017, secara tidak langsung akan berdampak pada daftar tunggu CJH, yang akan berangkat menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Propinsi Bengkulu Drs. H.Zahdi Taher, SH.I, mengatakan, jumlah waiting list atau daftar tunggu CJH asal Propinsi Bengkulu hingga Januari 2017 ini, tercatat sebanyak 20.707 orang. Lain itu, menurutnya tersebar di 9 wilayah Kabupaten dan Kota.

Lebih lanjut, Zahdi Taher, menegaskan, dari jumlah tersebut, untuk daftar tunggu jemaah setelah kuota haji dikembalikan 100 persen, yang paling tinggi masih tetap Kota Bengkulu selama 20 tahun, dengan jumlah 6.167 calon jemaah.

“Terendah dengan jumlah 1.184 orang calon jemaah dari Kabupaten Seluma selama 7 tahun,” kata Zahdi Taher kepada wartawan, di Bengkulu Rabu 18 Januari 2017.

Selanjutnya, juga menurut Zahdi Taher, pengembalian dan penambahan kuota haji tahun ini, berdampak pada daftar tunggu CJH atau waiting list, yang akan berangkat dari Propinsi Bengkulu rata-rata sekitar 13 tahun.

Sementara, dengan pengembalian kuota haji 100 persen saja, bisa mengurangi daftar tunggu untuk 4 tahun. Bahkan, apabila kuota haji Bengkulu tahun ini bertambah dari jumlah kuota yang ada, ini akan memperkecil lagi jumlah daftar tunggu haji dari Bengkulu,” tegas Zahdi Taher.

Sedangkan, untuk daftar tunggu CJH atau waiting list ini dari Kabupaten lain dalam wilayah Bengkulu jika dibandingkan dengan pembagian jumlah kuota yang ada sekarang, menurutnya, antara lain Kabupaten Kepahiang dari jumlah 1.738 CJH lamanya daftar tunggunya selama 16 tahun, Kabupaten Rejang Lebong dengan jumlah 3.315 CJH selama 14 tahun, Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 1.637 CJH untuk 13 tahun, kemudian Kabupaten Mukomuko sebanyak 1.870 CJH dan Kabupaten Lebong sebanyak 1.004 CJH masing-masing selama 11 tahun.

Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 2.018 CJH selama 10 tahun, Kabupaten Kaur sebanyak 979 CJH dan Kabupaten Bengkulu Tengah 795 CJH. “Masing-masing baru bisa berangkat haji selama 9 tahun kedepan,” tandas Zahdi Taher.

loading...