Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, substansi sama karena pengulangan tapi tadi lebih ditekankan ke Sri Bintang, apakah saya pernah satu forum dan pendapat saya mengenai kajiannya.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kembali memeriksa pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal. Lain itu, keduanya diperiksa sebagai saksi pada kasus dugaan makar yang dituduhkan kepada aktivis politik Sri Bintang Pamungkas.

Menurut Ichsanuddin Noorsy, mengatakan, penyidik mengajukan 32 pertanyaan kepadanya. Dirinya juga menegaskan, materi pemeriksaan itu tidak jauh berbeda dengan pertanyaan polisi saat menginterogasinya pada kasus makar dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri.

“Substansi sama karena pengulangan tapi tadi lebih ditekankan ke Sri Bintang, apakah saya pernah satu forum dan pendapat saya mengenai kajiannya,” kata Ichsanuddin Noorsy.

Lebih lanjut, Ichsanuddin Noorsy, menjelaskan, dirinya jarang berkomunikasi dengan Sri Bintang meskipun berada dalam satu grup yang sama di layanan pesan singkat Whatsapp.

Selain itu, dirinya juga mengklaim jarang menghadiri forum yang digagas oleh Sri Bintang karena keduanya mengajar di dua univesitas berbeda.

“Saya nyaris tidak pernah satu forum dengan Sri Bintang. Kajian kami berbeda. Saya punya kajian akademik dan tidak pernah melihat kajian Bintang. Itu perbedaan mendasar kami,” jelas Ichsanuddin Noorsy.

Sementara, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, mengtakan, dirinya hanya satu, yaitu apakah saya menghadiri acara di Tugu Proklamasi. “Saya diundang oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia,” kata Said Iqbal.

Lebih lanjut, Said Iqbal, mengatakan, acara itu awalnya hendak diadakan di Salemba. namun, belakangan, kegiatan itu diselenggarakan di Tugu Proklamasi.

Sementara, Said Iqbal, yang menjadi pembicara pada forum itu enggan menjelaskan materi pertemuan tersebut. Dirinya pun mengaku hanya mengetahui sosok Sri Bintang dari pemberitaan di media massa.

Diketahui, pada awal Desember lalu, kepolisian menjerat Sri Bintang dengan pasal 107 juncto pasal 110 juncto pasal 87 KUHP. Ia diduga merencanakan makar dan pemufakatan jahat.

SUMBERCNNIndonesia.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR