Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, saat ini kami masih melengkapi berkas pascapemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya pemberkasan dapat selesai.

BANDUNG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat terus melengkapi berkas pascapemeriksaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pekan lalu.

Lain itu, saat ini polisi sudah memasuki tahap penyidikan dugaan penghinaan simbol negara Pancasila oleh terlapor Rizieq Shihab dan segera diselesaikan secepatnya.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, menuturkan, penanganan kasus dugaan penghinaan simbol negara, Pancasila dengan terlapor Rizieq Shihab memasuki tahap gelar perkara untuk kedua.

“Gelar perkara pertama, polisi menaikkan laporannya dari penyelidikan kepada penyidikan. Saat ini kami masih melengkapi berkas pascapemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya pemberkasan dapat selesai,” kata Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu 18 Januari 2017.

Lebih lanjut, Kombes Pol Yusri Yunus, menegaskan, dalam pemeriksaan kemarin, Rizieq Shihab dicecar dengan 22 pertanyaan. Lain itu, Kepolisian langsung melakukan gelar perkara pertama di hari yang sama dan sejauh ini, Rizieq Shihab tidak akan dilakukan pemanggilan kembali pada tahap penyelidikan.

“Kita tinggal melengkapi hasil gelar perkara pertama. Hasil gelar perkara pertama itu, ada beberapa 13 saksi termasuk saksi ahli,” tegas Kombes Pol Yusri Yunus.

Selanjutnya, juga menurut Kombes Pol Yusri Yunus, pascapemeriksaan, penyidik saat ini tinggal melengkapi kekurangan informasi dari pihak saksi ahli yang berkaitan dengan sangkaan terhadap terlapor.

Sementara, dalam video yang digunakan sebagai barang bukti oleh pelapor, Sukmawati Soekarnoputri, Rizeq Shihab menyebut, Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala.

Karena iuitu, Rizieq Shihab dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 KUHP tentang penodaan lambang negara dan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

loading...