Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Bengkulu, Junni Muslimin, setiap informasi yang diperoleh akan dipelajari dan jika sebuah persoalan dicarikan solusinya secara bersama-sama.

BENGKULU, harianpijar.com – Guna memupuk dan mempererat kerukunan umat beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Bengkulu, kumpulkan tokoh dan pemuda, mahasiswa lintas agama yang berasal dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Menurut Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Bengkulu, Junni Muslimin, tujuan dari kegiatan ini selain untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama, juga menggali informasi masalah yang terjadi, yang dialami pemuda dan mahasiswa ditengah kehidupannya, baik dikampus dan lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut, Junni Muslimin, menjelaskan, setiap informasi yang diperoleh akan dipelajari oleh FKUB, dan jika sebuah persoalan dicarikan solusinya secara bersama-sama.

“Untuk itu diminta, pemuda dan mahasiswa dalam menyikapi sebuah persoalan agar tidak dengan emosi, tetapi dapat duduk satu meja atau berdialog,” kata Junni Muslimin yang juga menjabat sebagai Kasubag Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Propinsi Bengkulu, kepada wartawan di Bengkulu, Selasa 17 Januari 2017.

Selanjutnya, juga menurut Junni Muslimin, diharapkan kegiatan seperti ini juga dapat diikuti oleh FKUB kabupaten dan kota. Karena, dengan duduk satu meja secara bersama akan diperoleh informasi atau masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat se Propinsi Bengkulu ini.

“Untuk persoalan biaya dalam kegiatan ini, sudah disediakan Kanwil Kemenag Bengkulu yang cukup. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakannya,” jelas Junni Muslimin.

Sedangkan, menurut Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Propinsi Bengkulu, Muktaridi Baijuri, menghimbau, para pemuda dan mahasiswa yang ada di Bengkulu, agar tidak sepenuhnya mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Lebih lanjut, Muktaridi Baijuri, menegaskan, jika informasi yang diperoleh tidak dilakukan penyaringan terlebih dahulu, dikawatirkan bisa mengancam kerukunan umat beragama. “Hal ini tentunya tidak diinginkan dan harus dilakukan upaya antisipasi dini secara bersama-sama,” kata Muktaridi Baijuri.

Sementara diketahui, pertemuan yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Propinsi Bengkulu, juga dihadiri Kominda Idham Malik, Kapolda Bengkulu yang diwakili AKBP. Jauhari Alwi, Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Infantri Andi Muhammad, Mahasiswa, pemuda dan ormas lintas agama serta beberapa pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama.

loading...