Ketua BK DPRD Provinsi Bengkulu Tantawi Dali, sebelumnya juga ada anggota Fraksi PAN yang diberhentikan, karena kasus hukum dugaan penyelewenangan dana Bansos.

BENGKULU, harianpijar.com – Badan Kehormatan DPRD Propinsi Bengkulu, menyatakan dalam upaya menjaga marwah lembaganya, agar tidak tercoreng dimata rakyat, telah melakukan evaluasi dan rapat koordinasi menindaklanjuti kasus hukum yang membelit anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari PPP, dapil Bengkulu Selatan dan Kaur, berinisial SE yang telah dilakukan penahanan oleh Polda Bengkulu.

Menurut Ketua BK DPRD Provinsi Bengkulu Tantawi Dali, dengan telah ditetapkannya SE sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Polda Bengkulu, BK sebagai penjaga kehormatan lembaga DPRD Provinsi Bengkulu minta pada Partai pengusung SE, untuk segera menariknya dari status sebagai anggota Fraksi Keadilan Pembangunan,” kata Tantawi Dali, di Bengkulu.

Lebih lanjut, Tantawi Dali, menegaskan, dari hasil koordinasi pihaknya telah mengambil keputusan dengan menyurati partai pengusung SE. Lain itu, setelah adanya surat usulan penarikan, pihaknya tinggal mengambil langkah tegas untuk menonaktifkan SE dari Anggota DPRD Propinsi Bengkulu.

“Saat ini SE masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dan masih tetap menerima gaji. Hanya saja untuk fasilitas lainnya mungkin sudah tidak diberikan lagi,” tegas Tantawi Dali kepada wartawan, di Bengkulu, Senin 16 Januari 2017.

Selain itu, juga menurut Tantawi Dali, sebelumnya juga ada anggota Fraksi PAN atas nama Rosna diberhentikan, karena kasus hukum dugaan penyelewenangan dana Bansos TP PKK Kabupaten Mukomuko.

Lain itu, Tantawi Dali, mengatakan, kasus yang menimpa para wakil rakyat yang dinonaktifkan mayoritas dilakukan ketika yang bersangkutan belum menjadi anggota DPRD.

“Seperti Rosna dan SE, setelah mereka menjadi anggota dewan baru kemudian kasusnya mencuat kepublik,” kata Tantawi Dali.

Sementara, menurut Ketua DPW PPP Propinsi Bengkulu Nasir Jahiyah mengatakan, pihaknya sudah memproses usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Propinsi Bengkulu, Soheri Ersuan dan mengusulkan penggantinya Jani Hairin.

“Kita sedang memproses usulan PAW yang bersangkutan dan SE sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Nasir Jahiyah ditempat terpisah.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR