Pada sidang keenam kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), JPU hadirkan dua anggota Polresta Bogor. Pemanggilan dua anggota kepolisian itu merupakan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang keenam kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang akan digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini Selasa, 17 Januari 2017, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana akan menghadirkan enam saksi pelapor.

Sementara, sidang keenam Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini akan dimulai pukul 09.00 WIB.

Berdasakan informasi, keenam saksi pelapor itu adalah Willyudin Abdul Rasyid Dhani, Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, Iman Sudirman, dan dua anggota Polresta Bogor Bripka Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani.

Sedangkan, pemanggilan dua anggota kepolisian itu merupakan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, setelah adanya ketidaksesuaian data antara laporan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama saksi Willyudin.

Didalam BAP tersebut tercantum bahwa laporan saksi Willyudin soal kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terjadi pada 6 September 2016 dengan “locus delictie” (tempat kejadian) di Tegallega, Bogor, sehingga dipertanyakan oleh tim kuasa hukum terdakwa.

Namun, menurut Willyuddin dalam sidang sebelumnya sempat menyatakan bahwa kemungkinan terjadi salah ketik oleh anggota Polresta Bogor tersebut. Bahkan, Willyudin sendiri akan meneruskan kesaksiannya karena pada sidang sebelumnya (Selasa 10/1/2017) sempat tertunda akibat waktu yang sudah larut malam.

Selain Willyudin, sebelumnya saksi-saksi pelapor yang telah dihadirkan dalam persidangan Ahok antara lain Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, Syamsu Hilal, Pedri Kasman, Irena Handono, dan Muhammad Burhanuddin.

Lain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Sumber TEMPO.CO)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR