Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, seorang ulama, dituntut untuk menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj merasa heran dengan rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

Apalagi, demo tersebut bertujuan mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charlian.

Menurut KH Said Aqil Siradj, tingkah laku para petinggi FPI tidak sejalan dengan ciri khas seorang ulama pada umumnya. Seorang ulama, dituntut untuk menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya.

Lebih lanjut, KH Said Aqil Siradj juga menjelaskan, seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Lain itu, masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali aja.

“Mustinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut ya bukan ulama,” kata KH Said Aqil Siradj, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu 15 Januari 2017.

Sementara, KH Said Aqil Siradj, juga menentang rencana demo yang rencananya akan dihadiri sekitar lima ribu anggota FPI itu. Menurutnya, selain akan mengganggu ketertiban umum, unjuk rasa FPI tidak memiliki arti yang jelas.

“Apalah artinya, apalah tujuannya, dan apa sih hal yang bisa kita petik untuk kemajuan bangsa ini dengan demo itu. Menurut saya, demo itu bisa mengganggu ketertiban, mengganggu orang bekerja, yang sekolah enggak sekolah, yang kerja enggak kerja,” tandas KH Said Aqil Siradj.
JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj merasa heran dengan rencana unjuk PBNU: Petinggi FPI Bukan Ulama, Ceramah Tiap Hari Isinya Menghasut

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj merasa heran dengan rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

Apalagi, demo tersebut bertujuan mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charlian.

Menurut KH Said Aqil Siradj, tingkah laku para petinggi FPI tidak sejalan dengan ciri khas seorang ulama pada umumnya. Seorang ulama, dituntut untuk menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya.

Lebih lanjut, KH Said Aqil Siradj juga menjelaskan, seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Lain itu, masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali aja.

“Mustinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut ya bukan ulama,” kata KH Said Aqil Siradj, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu 15 Januari 2017.

Sementara, KH Said Aqil Siradj, juga menentang rencana demo yang rencananya akan dihadiri sekitar lima ribu anggota FPI itu. Menurutnya, selain akan mengganggu ketertiban umum, unjuk rasa FPI tidak memiliki arti yang jelas.

“Apalah artinya, apalah tujuannya, dan apa sih hal yang bisa kita petik untuk kemajuan bangsa ini dengan demo itu. Menurut saya, demo itu bisa mengganggu ketertiban, mengganggu orang bekerja, yang sekolah enggak sekolah, yang kerja enggak kerja,” tandas KH Said Aqil Siradj. rasa yang akan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

Apalagi, demo tersebut bertujuan mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charlian.

Menurut KH Said Aqil Siradj, tingkah laku para petinggi FPI tidak sejalan dengan ciri khas seorang ulama pada umumnya. Seorang ulama, dituntut untuk menyebarkan ilmu agama, tanpa menghasut dan tak mudah terpancing emosinya.

Lebih lanjut, KH Said Aqil Siradj juga menjelaskan, seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Lain itu, masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali aja.

“Mustinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut ya bukan ulama,” kata KH Said Aqil Siradj, seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu 15 Januari 2017.

Sementara, KH Said Aqil Siradj, juga menentang rencana demo yang rencananya akan dihadiri sekitar lima ribu anggota FPI itu. Menurutnya, selain akan mengganggu ketertiban umum, unjuk rasa FPI tidak memiliki arti yang jelas.

“Apalah artinya, apalah tujuannya, dan apa sih hal yang bisa kita petik untuk kemajuan bangsa ini dengan demo itu. Menurut saya, demo itu bisa mengganggu ketertiban, mengganggu orang bekerja, yang sekolah enggak sekolah, yang kerja enggak kerja,” tandas KH Said Aqil Siradj.

loading...