Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Susilo Utomo, lebih berhati-hati pada debat putaran dua nanti baik dalam melontarkan pertanyaan dan juga pertanyaan kepada pasangan Ahok-Djarot, karena pasangan tersebut merupakan inkumben gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

JAKARTA, harianpijar.com – Debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta, pada Jumat 13 Januari 2017 lalu, dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017, harus menjadi evaluasi bagi setiap pasangan calon untuk menghadapi debat kedua pada 27 Januari mendatang.

Menurut Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Susilo Utomo, nampaknya memberi perhatian khusus pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu dan tiga yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Lebih lanjut, Susilo Utomo berpendapat, pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga harus lebih berhati-hati pada debat putaran dua nanti baik dalam melontarkan pertanyaan dan juga pertanyaan kepada pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, karena pasangan tersebut merupakan inkumben gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

Selanjutnya, Susilo Utomo juga mengatakan, pasangan Agus-Silvy dan Anies-Sandi dalam debat kedua diharapkan untuk tidak terus mengkritisi program pasangan inkumben Ahok-Djarot.

“Ini karena dikhawatirkan akan bisa menjadi bumerang bagi Agus-Sylvi dan Anies-Sandi karena lupa dengan program yang dibuatnya sendiri,” kata Susilo Utomo, yang juga Ketua Laboratorium Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip, seperti dilansir CNNIndonesia, Minggu, 15 Januari 2017.

Lain itu, menurut Susilo Utomo, pasangan Ahok-Djarot memiliki banyak keunggulan ketimbang dua pasangan lainnya, karena sebagai pasangan inkumben Ahok dan Djarot sudah mempunyai hasil kerja nyata yang dirasakan masyarakat Jakarta.

Hal ini tentunya menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki oleh Agus-Sylvi dan Anies-Sandi yang baru hanya sebatas menawarkan program-program kerja.

Sedangkan, Susilo Utomo juga menilai, pada debat pertama pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi banyak menyorot kinerja inkumben yang dinilai banyak kekuarangan.

“Kalau debat pertama terlihat sekali pasangan calon nomor urut satu dan tiga terus mengkritisi inkumben. Hati-hati jadi bumerang nanti karena terus lupa dengan programnya sendiri,” kata Susilo Utomo.

Karenanya, Susilo Utomo menambahkan, debat pertama pilkada Jakarta cukup efektif untuk menunjukkan kapasitas dan kemampuam dari setiap pasangan calon yang ada. Perubahan komunikasi dan gaya politik juga terlihat pada Agus Yudhoyono yang mulai mapan, sedangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga terlihat santun menjaga bicaranya. Sementara untuk Anies, masih sering terlihat seperti dosen yang normatif.

“Gaya komunikasi politik masing-masing calon menunjukkan perubahan. Agus yang dari TNI mulai terlihat mapan meski belum optimal, Ahok mulai santun bicaranya, sayang Anies masih seperti dosen. Harus diubah ini,” tandas Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR