Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, 12 orang yang dilakukan penahanan dan 8 orang lainnya dipulangkan pihak kepolisian karena tidak cukup bukti.

JAKARTA, harianpijar.com – Terkait tindak pidana perusakan dan pembakaran kantor Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor, akibatnya sebanyak 12 orang ditahan dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bogor.

Lain itu, dari 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, 10 orang di antaranya berstatus pelajar, sementara sisanya berprofesi sebagai guru.

Menurut Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, mereka yang ditahan adalah bagian dari 20 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga melakukan penyerangan ke markas organisasi kemasyarakatan GMBI. Tetapi, 8 orang lainnya dipulangkan pihak kepolisian karena tidak cukup bukti.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dari 20 orang yang diamankan, 12 orang yang dilakukan penahanan,” kata AKBP AM Dicky Pastika Gading, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu 14 Januari 2017.

Lebih lanjut, AKBP AM Dicky Pastika Gading, menegaskan, proses hukum tersebut berdasarkan laporan bernomor LP/B/118/I/2017/JBR/RES BGR. Akibatnya mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP, barang siapa dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dan Pasal 187 KUHP yang menyebut barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran.

Selanjutnya, AKBP AM Dicky Pastika Gading juga menjelaskan, modus operandi perkara tersebut, yaitu menyerang markas ormas GMBI di desa tegal waru, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Lain itu, mereka mendobrak gerbang sekertariat GMBI, kemudian melakukan pengrusakan terhadap barang bangunan rumah dengan menggunakan batu dan bambu. Mereka juga melakukan pengrusakan terhadap tanaman yang ada di sekitar sekretariat, serta melakukan pembakaran terhadap bangunan sekretariat GMBI.

Atas peristiwa yang terjadi pada Jumat 13 Januari 2017, sekitar pukul 03.00 WIB itu, mengakibatkan Ketua GMBI berinisial SA menjadi korban.

Sementara, AKBP AM Dicky Pastika Gading juga mengatakan, 12 orang tersangka yang ditahan diantaranya berinisial MAB (28), MY (28), A (19), SB (22), W (18), AY (22), MHH (18), I (17), IF (16), RH (17), MR (17), NY (17). Sedangkan tersangka berinisial MAB berprofesi sebagai guru, sedangkan seluruh tersangka lainnya berstatus pelajar.

Diketahui sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, mengatakan, insiden penyerangan kantor GMBI dilakukan oleh massa yang berasal dari organisasi Front Pembela Islam (FPI).

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR