Kapolri Jenderal Tito Karnavian, apabila penyidik menemukan fakta hukum yang kuat, maka kasus tersebut akan dilanjutkan dan apabila tidak, maka tidak akan diteruskan.

JAKARTA, harianpijar.com – Rachmawati Soekarnoputri mengadu ke DPR dan meminta kasus makar yang menjeratnya untuk segera dihentikan.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, kasus hukum tidak bisa diintervensi pihak manapun. “Kalau itu kita kan kembali ke fakta hukum. Tolong jangan dipotong-potong ini. Kembali kepada fakta hukum,” kata Jendral Pol Tito Karnavian, di Jakarta, seperti dilansir detikNews, Sabtu 14 Januari 2017.

Lebih lanjut, Jendral Pol Tito Karnavian menegaskan, apabila penyidik menemukan fakta hukum yang kuat, maka kasus tersebut akan dilanjutkan. Namun apabila tidak, maka tidak akan diteruskan. “Itu namanya proses hukum. Jadi intervensi dari pihak manapun tidak boleh, hukum itu tidak boleh diintervensi,” tegas Jendral Pol Tito Karnavian.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon, setelah mendapatkan aduan dari Rachmawati, muncul gagasan untuk membentuk pansus terkait kasus makar ini. Lain itu, menurut Fadli Zon, dengan dibentuknya pansus, akan semakin terbuka, adakah dugaan makar seperti yang dituduhkan pada Rachmawati Soekarnoputri dan tokoh lainnya.

Selain itu, Fadli Zon juga mengatakan, berdasarkan keterangan Rachmawati Soekarnoputri, didapatkan informasi bahwa mereka akan melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR untuk menuntut dikembalikannya Undang-undang Dasar 1945 ke naskah asli.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga meminta polisi untuk mengeluarkan SP3 kasus dugaan makar, bila ternyata tidak ada unsur makar pada aksi yang akan dilakukan oleh Rachmawati Soekarnoputri.

“Karena ini bagus-bagus saja, supaya bisa meneliti, bertanya, dan memintai keterangan. Terkait apakah terjadi abuse of power atau pelanggaran HAM dalam tuduhan makar terhadap tokoh yang tadi datang menyampaikan aspirasi ke DPR. Agar perkara yang dituduhkan itu bisa dihentikan sesegera mungkin, karena tidak ada bukti yang mendukung secara valid,” tandas politisi Partai Gerindra itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR