Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, apabila Rizieq Shihab kembali mangkir pada panggilan kedua, maka penyidik Polda Jawa Barat akan mengambil langkah sesuai dengan KUHP, melakukan penjemputan terhadap Imam Besar FPI itu

BANDUNG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, sudah melayangkan surat pemanggilan yang kedua kalinya untuk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, terkait laporan dugaan pelecehan lambang negara.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penyidik sebelumnya sudah melayangkan surat pemanggilan yang pertama pada awal Januari 2017, namun Rizieq Shihab tidak memenuhi panggilan, dengan alasan sakit.

Lain itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, berharap Rizieq Shihab dapat kooperatif memenuhi panggilan yang kedua, untuk dimintai keterangannya dalam kasus pelecehan lambang negara yang dilaporkan putri Presiden RI pertama, Sukmawati Soekarnoputri, ke Mabes Polri dan kini dilimpahkan penangannya ke Polda Jawa Barat.

“Kita sudah layangkan surat panggilan kepada bersangkutan. Ini yang kedua kalinya,” kata Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Jawa Barat, Rabu 11 Januari 2017.

Lebih lanjut, Kombes Pol Yusri Yunus, apabila Rizieq Shihab kembali mangkir pada panggilan kedua, maka penyidik Polda Jawa Barat akan mengambil langkah sesuai dengan KUHP, melakukan penjemputan terhadap Imam Besar FPI itu.

“Kita harapkan Rizieq Shihab kooperatif, sesuai dengan KUHP pada saat pemanggilan kedua yang bersangkutan tidak hadir, kita berwenang membawanya untuk pemeriksaan,” tegas Kombes Pol Yusri Yunus.

Sedangkan, mengenai pelecehan salam sakral budaya Sunda, kata Sampurasun, menjadi Campur Racun yang dilakukan Riziq Shihab saat berceramah di Purwakarta. “Penyidik sudah memintai berbagai keterangan dari berbagai saksi, termasuk budayawan sunda dan ahli bahasa,” tandas Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

loading...