Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, rapim di dalam kereta pun bebas dari penyadapan.

JAKARTA, harianpijar.com – Rapat Pimpinan (Rapim) di atas kereta yang digagas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, mengundang beragam pendapat. Pasalnya, rapat pimpinan tersebut dianggap melanggar Peraturan Gubernur Nomor 159 Tahun 2016.

Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah, sekarang rapat di kereta. “Kedepan bisa di lapangan atau diskotek,” kata Trubus Rahardiansyah kepada Media Indonesia, seperti dilansir Metrotvnews.com, Rabu 11 Januari 2017.

Sementara, hal senada disampaikan Direktur Komite Pemantau Legislatif dan Eksekutif Syamsuddin Alimsyah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono terjebak dalam politik sejuk. “Aplikasi kesejukan salah satunya rapat sambil wisata. Mereka tidak punya konsep kuat untuk Ibu Kota,” kata Syamsuddin Alimsyah.

Lain itu, gagasan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono memang terbilang unik. Dirinya berencana memboyong 40 anak buahnya rapat sambil piknik ke Yogyakarta. Rapat yang diagendakan untuk mengupas Pergub No. 229/2016 tentang Pengembangan dan Pelestarian Budaya Betawi itu akan digelar di dalam kereta wisata.

Saat ditanya Kenapa Kota Yogyakarta yang dipilih. “Jaraknya tidak telalu jauh,” tegas Sumarsono. Disamping itu, menurutnya banyak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah pernah ke Inggris, Belanda, atau Amerika Serikat, tapi belum pernah ke Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Selanjutnya, juga menurut Sumarsono, rapim di dalam kereta pun bebas dari penyadapan. Dijadwalkan rombongan pimpinan Pemprov DKI berangkat, Jumat 13 Januari pukul 22.00 WIB dan akan tiba di Yogyakarta, sekitar jam 07.00 keesokan harinya.

Selain itu, Sumarsono juga memastikan, ongkos rapat murni dari kantong tiap-tiap SKPD dan masing-masing dikenai biaya Rp7 juta. “Kami tidak menggunakan APBD. Sewa satu gerbong seharga Rp30 juta untuk perjalanan pulang pergi dengan fasilitas ruang karaoke, bar, dan sofa.” kata Sumarsono.

Sedangkan rapat sambil piknik ke Yogyakarta ini Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI jakarta Sumarsono menyewa empat gerbong. Namun, lanjut Sumarsono, sebenarnya kegiatan kerja rekreatif bisa dilakukan di lokasi lain. Dirinya pun tidak masalah kalau rapat dilakukan di TPA Bantar Gebang, Bekasi, seperti diusulkan seorang warga lewat media sosial.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI Tuty Kusumawati memastikan diri ikut rapat dalam kereta wisata. Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono, yang juga memastikan ikut. “Kerja sambil rekreasilah,” tandas Ratiyono.

loading...