Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan bakal melaporkan Irena Handono dan Muhammad Burhanuddin. Karena keterangan mereka dinilai mengandung muatan fitnah lagi palsu.

JAKARTA, harianpijar.com – Dua saksi pada sidang kelima kasus penodaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi terdakwa, Irena Handono dan Muhammad Burhanudin, akan dilaporkan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Polisi.

Namun, Irena Handono saat mendengar akan informasi tersebut, mengaku, tidak masalah. Dirinya mempersilakan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengadukannya ke polisi.

“Silakan saja. Saya siap,” kata Irena Handono seusai memberikan kesaksiannya di Gedung Kementan, Jakarta, Selasa 10 Januari 2017.

Lain itu, Irena Handono juga menambahkan, dirinya siap lantaran keterangannya di persidangan diyakini benar dan keterangan yang dia berikan seluruhnya, tidak palsu.

“Video yang di Kepulauan Seribu ternyata setelah dan sebelumnya sudah terjadi beberapa kali. Memang semuanya itu sudah ada di YouTube,” jelas Irena Handono.

Sementara saksi Muhammad Burhanuddin juga bakal dipolisikan kubu Ahok. Bahkan, menurutnya, bukan begitu aturan mainnya. Karena, keterangan saksi di muka persidangan dilindungi Undang-undang.

“Yang namanya keterangan diberikan di persidangan, dilaporkan, itu kan enggak begitu modelnya,” kata Muhammad Burhanuddin.

Tetapi, kalau memang jadi dilaporkan ke polisi, dirinya siap saja. Karena hal itu, sudah dipikirkan sejak memutuskan melaporkan calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus penodaan agama ke polisi.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan bakal melaporkan Irena Handono dan Muhammad Burhanuddin. Pasalnya, keterangan mereka dinilai tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengandung muatan fitnah lagi palsu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR