Direktur Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, DR. H.Suardi Abbas,SH,MH, untuk Bengkulu pihaknya sudah menargetkan tanah wakaf bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 sertifikat wakaf, yang diterbitkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

BENGKULU, harianpijar.com – Kementerian Agama Republik Indonesia meminta keberadaan tanah wakaf dalam wilayah Propinsi Bengkulu, harus dilengkapi administrasi dan akte wakafnya.

Menurut Direktur Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, DR.H.Suardi Abbas,SH,MH, dari data yang didapat, masih banyak tanaf yang diwakafkan, belum dilengkapi sertifikat. “Persoalan itu bukan menjadi kewenangan pihak Kemenag,” Kata Suardi Abbas kepada wartawan di Bengkulu, Selasa 10 Januari 2017.

Lebih lanjut, Suardi Abbas menegaskan, untuk tanah yang diwakafkan masyarakat belum memiliki administrasi wakafnya, agar pihak Kemenag bersama KUA setempat segera mungkin meresponnya. Pasalnya, jika tidak dikawatirkan akan menimbulkan masalah dikemudian hari, seperti dipertanyakan oleh keluarga ahli waris.

Lain itu, untuk Bengkulu pihaknya sudah menargetkan tanah wakaf bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 sertifikat wakaf, itu akan diterbitkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kejar itu, masa tidak tercapai,” tegas Suardi Abbas.

Sementara Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Bustasar juga mengatakan, di Bengkulu sendiri sejak dari tahun 2016 lalu, sudah mulai menerapkan pemberlakuan sertifikat wakaf. “Jika masih ada tanah wakaf yang belum administrasinya, agar segera diurus oleh pihak Kemenag bersama KUA setempat,” kata Butasar.

Sedangkan untuk Kabupaten Kepahiang, Kaur, Mukomuko dan Rejang Lebong, keberadaan tanah wakaf sudah hampir selesai proses administrasinya. “Untuk wilayah Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara dan Lebong, masih dalam tahap administrasi, tandas Butasar.

loading...