Kepala Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu, Subali Agung Gunawan, masih terkendala infrastruktur terutama IT yang belum ada.

BENGKULU, harianpijar.com – Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu menyatakan pada tahun 2017 ini, belum menggunakan sistem E-Voucher dalam penyaluran beras untuk masyarakat pra sejahtera (Rastra) atau disebut Raskin, bagi penerima manfaat dalam wilayah Propinsi Bengkulu.

Menurut Kepala Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu, Subali Agung Gunawan, dari ketentuan yang diterima pihaknya sampai saat ini, untuk pola penyaluran Rastra tahun ini, masih seperti bentuk yang lama. Dimana pengajuan dimulai dari Rukun Tetangga (RT) ke pihak Kelurahan, selanjutnya diteruskan ke tingkat Kecamatan Pemerintah Kabupaten/Kota dan baru diajukan ke Bulog.

Berdasarkan informasi yang diterima, untuk tahapan uji coba penyaluran Rastra menggunakan E-Voucher baru di 34 Kota di Indonesia. “Bengkulu belum masuk,” kata Subali Agung Gunawan, di Bengkulu, Rabu 4 Januari 2017pagi tadi.

Lebih lanjut, Subali Agung Gunawan juga menegaskan, pihaknya saat ini masih bersifat menunggu pelaksanaan uji coba yang akan dilaksanakan di 34 Kota di Indonesia. Karena, hal itu juga sebagai bahan masukan pelaksaan ujicoba di Bengkulu nantinya

Belum siapnya Bulog Divisi Regional Bengkulu untuk melakukan tahapan ujicoba tersebut, disebabkan karena masih terkendala infrastruktur, terutama IT yang belum ada. “Karena infrastruktur, terutama IT yang belum ada,” tegas Subali Agung Gunawan.

Menyoal, mengenai penerima manfaat Rastra pada tahun 2017 ini, Subali Agung Gunawan, pihaknya hingga kini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Hingga saat ini belum ada perubahan data yang diberikan Pemerintah.

Karena itu, kalau mengacu pada tahun 2016 lalu sebanyak 123.671 Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima manfaat dan untuk jumlah Rastra yang disalurkan perbulan sebanyak 1,8 ton dan pertahun sekitar 22,2 ton lebih. (ferdi)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR