Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani, kemiskinan diperkotaan disebabkan oleh rokok dan dipedesaan kemiskinan disebabkan konsumsi beras.

BENGKULU, harianpijar.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, menyatakan, angka kemiskinan di Propinsi Bengkulu hingga September 2016 lalu, masih pada angka 17,03 persen atau sebanyak 325.600 orang.

Lain itu, selama periode Maret hingga September 2016 lalu, angka kemiskinan tersebut mengalami peningkatan di daerah perkotaan sebanyak 730 orang. Sedangkan angka kemiskinan di pedesan justru menurun sebanyak 3.740 orang sebanyak 227.530 orang.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani, sebesar 14,83 persen garis pemiskinan diperkotaan disebabkan oleh rokok. Sementara, dipedesaan angka kemiskinan disebabkan konsumsi beras,” kata Dyah Anugrah Kuswardani, di Bengkulu, Selasa 3 Januari 2017 kemarin.

Lebih lanjut, Dyah Anugrah Kuswardani, meningkatnya angka kemiskinan juga ditunjang dengan tingkat konsumsi daging yang terjadi pada Idul Fitri lalu, disusul cabai merah dan telur ayam ras yang harganya mengalami kenaikan. “Kalau harga rokok, beras naik maka jumlah penduduk miskin bertambah, itu merupakan metodenya,” tegas Dyah Anugrah Kuswardani.

Sementara, juga menurut Dyah Anugrah Kuswardani, angka kemiskinan kemungkinan bisa ditekan jika konsumsi rokok bisa diminimalisir. Tetapi, yang terjadi selama ini, masyarakat tetap mengkonsumsi rokok, meskipun perekomian mengalami penurunan atau sedang tidak membaik.

“Untuk dipedesaan berbeda, kalau harga beras naik maka masyarakat miskin di pedesan bertambah,” tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR