Ketua DPD Partai Nasdem Jakarta Timur James Arifin Sianipar, karena dinilai sudah tidak sejalan dengan keputusan Partai NasDem, 10 orang kader dan atau pengurus Partai NasDem Jakarta Timur pada acara tersebut sudah dinonaktifkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Dukungan yang diberikan kepada cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies-Sandiaga, pada Selasa 27 Desember 2016 lalu, oleh 10 orang oknum Partai NasDem dari 10 kecamatan di Jakarta Timur, berbuntut panjang.

Pasalnya, DPD Partai Nasdem, menyatakan, tidak memberikan toleransi kepada kader yang membawa nama partainya untuk mendeklarasikan dukungan terhadap calon gubernur yang tidak sesuai dengan keputusan partai.

Sementara, mereka yang mendeklarasikan dukungan tersebut, menjanjikan 300.000 dukungan untuk Anies-Sandiaga yang berasal dari kader dan simpatisan Partai NasDem lainnya.

Selain itu, dalam deklarasi, penggunaan nama Partai NasDem sangat melekat. Bahkan ada spanduk yang bertulisan “Deklarasi NasDem Tingkat Kecamatan dan Kelurahan se-Jaktim Dukung Anies-Sandi”.

Untuk lebih meyakinkan dan juga sebagai bentuk dukungan, secara simbolis 10 kader itu melakukan aksi melepas kemeja kotak-kotak dan baju seragam Partai Nasdem, dan menggantinya dengan kaus berwarna merah bergambar wajah Anies-Sandi. Diketahui, kemeja bermotifkan kotak-kotak, merupakan baju ciri khas pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Ahok-Djarot.

Lain itu, deklarasi tersebut juga dihadiri langsung oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta bernomor urut 3, Sandiaga Uno. “Alhamdulillah, saya sangat senang. Apalagi karena Jakarta Timur termasuk lumbung suara yang cukup besar, jadi ini seperti mendapatkan tambahan vitamin menjelang 50 hari lagi pemilihan,” kata Sandiaga Uno saat menghadiri acara deklarasi.

Sementara, menurut Ketua DPD Partai Nasdem Jakarta Timur James Arifin Sianipar, 10 orang kader dan atau pengurus Partai NasDem Jakarta Timur pada acara tersebut sudah dinonaktifkan. Karena sebagai kader dan atau pengurus Partai NasDem sudah tidak sejalan dengan keputusan Partai NasDem.

Lebih lanjut, James Arifin Sianipar juga menegaskan, Partai NasDem juga telah melaporkan kejadian itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI untuk ditindaklanjuti. Selain itu, dinilai tindakan tersebut telah melanggar Undang-Undang Pilkada.

“Diminta kepada Bawaslu untuk mengklarifikasi terkait dengan adanya permasalahan ini, karena hal tersebut telah mencoreng nama baik Partai NasDem, khususnya DPD Partai NasDem Jakarta Timur,” kata James Arifin Sianipar dalam keterangan resminya.

Sementara, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Bestari Barus, juga menegaslkan, tidak bisa menerima sikap segelintir kader tersebut. Karena, menurutnya, bukannya tidak menghargai perbedaan pilihan kader Partai NasDem, semua memiliki hak pribadi untuk menentukan cagub dan cawagub pilihan.

Namun, dia tidak bisa memberi toleransi terhadap penggunaan nama Partai NasDem dalam kegiatan tersebut. Selain itu, DPW Partai Nasdem DKI Jakarta juga tidak pernah menginisiasi kegiatan tersebut di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Apalagi, deklarasi tersebut bertentangan dengan sikap partai selama ini yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. “Mana bisa ada deklarasi di atas deklarasi. Kita sudah deklarasi dukung Ahok kok,” kata Bestari Barus.

Selanjutnya, Bestari Barus, juga meminta pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies-Sandiaga tetap menjunjung etika politik dengan tidak memecah belah partai. “Deklarasi dukungan terhadap Anies-Sandi oleh segelintir kader NasDem itu bukan tanggung jawab partainya,” tandas politisi Partai NasDem itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR