Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, akan berdiskusi dengan PT. Kereta Api Indonesia dan PT. Pelindo II untuk melakukan substitusi pengiriman barang dari Bandung menuju Tanjung Priok.

JAKARTA, harianpijar.com – Akibat tiang penyangga Jembatan Cisomang di KM 100+700 mengalami pergeseran , pada Jumat 23 Desember 2016 lalu, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengupayakan pengaturan lalu lintas serta pengalihan distribusi pengangkutan barang dari Bandung, menyusul adanya perbaikan pada Jembatan Cisomang Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbalenyi).

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kami akan berdiskusi dengan PT. Kereta Api Indonesia dan PT. Pelindo II untuk melakukan substitusi pengiriman barang dari Bandung menuju Tanjung Priok.

Sementara itu, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, rencana hari ini bersama dengan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, dan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, akan meninjau kondisi terakhir perbaikan Jembatan Cisomang KM100.

“Untuk memastikan kondisi Jembatan Cisomang jelang arus balik libur tahun baru 2017 sekaligus menyiapkan langkah antisipatif dalam mengalihkan arus lalu lintas angkutan barang,” kata Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin 2 Januari 2017.

Lebih lanjut, Budi Karya Sumadi mengatakan, menurut penjelasan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat meninjau lokasi, perbaikan Jembatan Cisomang memakan waktu sekitar 2,5 bulan dan pekerjaan perbaikan diperkirakan rampung pada pertengahan Maret 2017.

Karenanya, selama pengerjaan perbaikan berlangsung, pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan barang akan terus diberlakukan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan. “Trailer sudah tidak boleh melalui jalur ini (Tol Purbaleunyi), dan terdapat 60.000 kendaraan per hari yang melintas dan 15 persen merupakan truk Trailer yang akan dialihkan,” tandas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR