Dirjen Hubungan Laut Antonius Tony Budiono, berdasarkan laporan musibah terbakarnya kapal KM Zahro Express yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke. Kapal Motor Zahro Expres dinyatakan laik laut untuk berlayar.

JAKARTA, harianpijar.com – Kapal wisata Zahro Express tujuan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, yang terbakar di Dermaga Muara Angke, menewaskan 23 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Lain itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan penyebab terbakarnya kapal wisata tersebut. Namun, menurut data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kapal tersebut dinyatakan laik berlayar.

Menurut Dirjen Hubungan Laut Antonius Tony Budiono, menjelaskan, berdasarkan laporan musibah terbakarnya kapal KM Zahro Express yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke. “Kapal Motor Zahro Expres dinyatakan laik laut untuk berlayar,” kata Antonius Tony Budiono pada jumpa pers di Kementerian Perhubungan, Minggu 1 Januari 2017.

Selain itu, Antonius Tony Budiono juga menjelaskan, kapal tersebut dibuat pada 2013. Kapal itu terbuat dari bahan fiberglass yang dikenal ringan dan mudah mengapung di perairan. “Kapal tersebut dinyatakan laik laut dengan sertifikat keselamatan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku sampai dengan bulan Juni 2017,” jelas Antonius Tony Budiono.

Sementara, Antonius Tony Budiono, menambahkan, saat peristiwa kebakaran berlangsung, kondisi cuaca normal dan kapal yang berbobot 106 Gross Ton (GT) itu memiliki kapasitas 285 orang.

Sedangkan saat kejadian pun kondisi cuaca di perairan kepulauan seribu sedang normal. Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc tersebut mengangkut sekitar 184 orang termasuk 6 anak buah kapal. Kapasitas kapal mencapai 285 orang. “Jadi masih di bawah kapasitas dari kapal tersebut.” tegas Antonius Tony Budiono.

Sebelumnya diketahui, kelaikan kapal itu diperiksa terakhir pada 27 Desember 2016 dan berlaku hingga Juni 2017. Lain itu, pihak Kementerian Perhubungan juga akan mengecek apakah proses ramp check dilakukan untuk keseluruhan atau hanya random (acak). Jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak Kemenhub akan menindak tegas pelaku tersebut.

Untuk soal investigasi penyebab terbakarnya kapal tersebut, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan KNKT.

“Selanjutnya untuk kepastian penyebab musibah terbakarnya KM Zahro Express tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut,” tandas Antonius Tony Budiono.

Dari jumlah tersebut penumpang selamat sebanyak 130 orang. Sementara korban meninggal 23 orang. Korban dirawat di RS Atmajaya 22 orang, korban dirawat di RS Priok 2 orang, korban dirawat di RS Pluit 7 orang.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR