Ketua tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bernomor urut 1, Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli, tersangka kasus ujaran kebencian Jamran hanya sebagai anggota tim relawan.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bernomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Nachrowi Ramli membantah, bahwa tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech) yang bernama Jamran adalah anggotanya. Lain itu, menurutnya Jamran hanya sebagai anggota tim relawan .

Menurut Nachrowi Ramli, yang benar, saudara Jamran sebagai anggota salah satu tim relawan, di mana jabatan saudara Jamran di organisasi relawan tersebut sebatas anggota biasa,” kata Nachrowi Ramli di Wisma Proklamasi, Minggu 1 Januari 2017.

Lebih lanjut, Nachrowi Ramli menyatakan, nama Jamran tidak ada dalam surat yang telah dikirim ke KPUD DKI Jakarta tentang Daftar Nama Tim Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

“Berdasarkan surat kami tidak ada nama saudara Jamran, sehingga tidak benar jika dia disebut sebagai anggota tim pemenangan,” kata Nachrowi Ramli.

Lain itu, Nachrowi Ramli menjelaskan, isu terkait Jamran adalah anggota tim pemenangan Agus-Sylvi bisa merugikan kinerja timnya. Karena, menurut nya, isu itu sarat provokasi dan cenderung menyudutkan tim pemenangan Agus-Sylvi.

Sementara, Nachrowi Ramli juga meminta, kepada seluruh tim tidak terpengaruh oleh isu provokatif tersebut. Dirinya berharap anggotanya melakukan konsolidasi untuk memperkuat tim dan menjalankan kegiatan seperti biasa sesuai aturan yang berlaku. “Kami pun berharap pihak lain untuk hormati proses demokrasi dan jangan menyebarkan fitnah,” jelasnya.

Sementara sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Jamran merupakan anggota tim pemenangan Agus-Sylvi.

Lain itu, Jamran adalah tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eleketronik atas dugaan penyebaran informasi berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang juga saksi dalam kasus dugaan makar. “Dia itu timses pasangan calon nomor urut satu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono.

Sedangkan, Jumat kemarin Polda Metro Jaya memeriksa Gde Sardjana yang merupakan suami dari Sylvi memberikan uang kepada Jamran beberapa waktu lalu.

Namun, setelah diperiksa, Gde Sardjana mengaku memberikan dana sebesar Rp10 juta kepada Jamran. Tetapi, uang itu diberikan sebagai bentuk sumbangan untuk kepentingan pengobatan istri Jamran.

Lain itu, suami dari Sylviana Murni itu, juga diperiksa terkait hubungannya dengan Rachmawati Soekarnoputri, salah satu tersangka kasus dugaan makar. Namun, dirinya mengaku tidak mengenal putri Bung Karno itu.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR