Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, saat bebas kembali membentuk kelompok baru untuk melakukan tindak kejahatan yang sama.

GRESIK, harianpijar.com – Husin (49) yang bersama dua orang temannya Angel (35) dan Abdullah (36), yang diamankan jajaran Polres Gresik, merupakan pimpinan dari komplotan begal kempes ban yang menamakan dirinya Grup Palembang, ternyata seorang residivis.

Lain itu, Husin (49) pria kelahiran Palembang itu saat ini berdomisili di Kelurahan Mulyorejo Baru Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya tersebut, sebelumnya pernah ditahan karena melakukan tindak kejahatan yang sama.

Mnurut Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, mengatakan, Husin (49) sebelumnya sempat ditangkap oleh Polres Malang dan ditahan beberapa tahun. Namun, setelah kembali bebas, Husin (49) kembali membentuk kelompok baru untuk melakukan tindak kejahatan yang sama.

“Tetapi akhirnya, Husin bersama dua pelaku lain Grup Palembang Angel (35) dan Abdullah (36), saat dapat diamankan,” kata AKP Heru Dwi Purnomo, Minggu 1 Desember 2017.

Lebih lanjut, AKP Heru Dwi Purnomo, juga menjelaskan, sebelumnya komplotan ini menggasak uang tunai Rp 50 juta milik korban berinisial N di Jalan Raya Permata Perum Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada 8 Desember 2016 lalu.

“Untuk tindak kejahatan yang telah dilakukan komplotan ini di wilayah kami, dari pengakuan mereka selain di Gresik masih ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mereka juga mengakui melakukannya di beberapa kota yang ada di Jawa Timur,” jelas AKP Heru Dwi Purnomo.

Selanjutnya, AKP Heru Dwi Purnomo menegaskan, mereka sempat menyatakan tidak pernah sukses menjalankan aksinya dan baru di Gresik saja yang berhasil mereka lakukan secara mulus. Lain itu, beberapa kota yang sempat Grup Palembang melakukan aksinya, diantaranya, Kabupaten Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Sidoarjo, Surabaya, dan Malang.

“Kami tentu tidak akan percaya begitu saja pengakuan itu. Kami tetap akan berkoordinasi dengan jajaran Polres di mana mereka sempat menjalankan aksinya,” tegas AKP Heru Dwi Purnama.

Saat menjalankan aksinya, komplotan Grup Palembang memang selalu berganti, namun Husin tetap bertindak sebagai pimpinan. Dalam aksinya di Gresik ini Grup Palembang, komplotannya berbeda dengan yang beraksi di Sidoarjo atau Lamongan.

“Nah di sini tugas Husin yang bermain, dengan mencari anggota baru yang mau diajaknya untuk menjalankan aksinya. Ia juga sudah menceritakan, jika memang personel kelompoknya di setiap daerah dan kota itu berbeda,” ucap Kasat Reskrim Polres Gresik itu.

Sedangkan, pihak kepolisian masih coba memburu dua pelaku lain dari Grup Palembang di Gresik, yang sempat kabur dalam penyergapan. Tetapi, pihak kepolisian berkeyakinan bakal segera dapat meringkusnya, karena ciri-ciri dan identitas pelaku sudah diketahui.

“Saya mengenal mereka, karena kami sama-sama berasal dari Palembang yang merantau ke Jawa,” ucap Husin dihadapan petugas.

Diketahui, akibat melakukan perlawanan saat diamankan oleh jajaran Polres Gresik, Husin dan Angel akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. Sementara Abdullah yang sempat melarikan diri dari kepungan petugas, akhirnya ditangkap berkat bantuan masyarakat.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR