Miliki Kecerdasan dan Tidak Mudah Terhasut, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah

Miliki Kecerdasan dan Tidak Mudah Terhasut, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah.

JAKARTA, harianpijar.com – Masyarakat warga Kampung Beting Remaja, RW 18 & RW 19, Kelurahan Tugu Utara yang berbatasan dengan Kelurahan Semper Barat, percaya calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama.

Hal tersebut disampaikan warga yang kampungnya berada persis dibelakang Jakarta Islamic Centre, saat calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, mendatangi permukiman padat penduduk di Kelurahan Tugu Utara itu.

Menurut Ahmad Sutrisno (65), warga RT04/RW05 Kelurahan Tugu Utara, warga Muslim di wilayah Kampung Beting sudah memiliki kecerdasan dan tidak akan mudah terhasut dengan berbagai provokasi yang dilakukan sejumlah oknum di media sosial.

“Kita di sini ada pusat kajian Islam terbesar di Indonesia, makanya warga di sini tidak akan mudah terprovokasi bila ada yang meyebutkan terjadi penistaan agama,” kata Ahmad Sutrisno, seusai sholat Jumat, 9 Desember 2016 kemarin siang.

Baca juga:   Terkait Dana CSR, Ahok: Kalau Fahri Hamzah Mau Nyumbang Bangun RPTRA Aku Terima

Lebih lanjut, Ahmad Sutrisno, berharap warga Jakarta di kampung dan wilayah lainnya tidak mudah tersulut emosi dengan potongan rekaman video pembicaraan Ahok saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, apa yang disampaikan oleh Pak Ahok itu hanya menyarankan warga dan para PNS untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan tanpa paksaan atau perasaan tidak enak dengan Ahok,” tegas Ahmad Sutrisno.

Sementara, Dewi (45), warga RT06/RW18 mengatakan, seharusnya Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak disangkutpautkan dengan isu SARA dan lebih mengutamakan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon (paslon).

“Pak Ahok sudah minta maaf dan mari kita hormati Pak Ahok dan Pak Djarot untuk memiliki kesempatan berkampanye dan melakukan sosialisasi kepada warga sama seperti paslon yang lain,” jelas Dewi.

Lain itu, Dewi (45) juga menegaskan, dua tahun terakhir kepemimpinan Ahok-Djarot, warga DKI Jakarta sudah merasakan langsung perubahan yang lebih baik di lingkungannya masing-masing.

Baca juga:   Ahok Jadi Saksi Sidang Buni Yani, Polda Jabar Sudah Siapkan Pengamanan

“Di kampung kami juga sudah mulai jarang banjir, karena setiap hari saluran air itu dikeruk sama pekerja PPSU. Pak Lurah dan Camat juga selalu mengontrol kinerja dari anak buahnya dan tanggap jika ada warga melapor ke Qlue,” tegas Dewi lagi.

Sedangkan calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, peran dari JIC (Jakarta Islamic Centre) memang sangat vital, karena mengutamakan kajian Islam yang rahmatan lil alamin dan saling menjaga toleransi antarumat beragama dan suku bangsa.

“Peran JIC ini sangat penting karena mengajarkan Islam yang toleran, membangun tali persaudaraan antarumat, dan menjadi contoh bagi negara-negara Islam di luar sana yang sedang berkonflik untuk bisa belajar Islam yang moderat dan menghargai seperti di Indonesia,” tandas Djarot Saiful Hidayat.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar